25 Nabi dan Rasul

25 Nabi dan Rasul

Untuk menyampaikan ajaran Islam kepada manusia, Allah subhana wa ta’ala mengutus para Nabi dan Rasul di setiap masanya. Nabi dan Rasul merupakan manusia pilihan Allah yang memiliki misi untuk memberi petunjuk kepada umat manusia tentang keesaan Allah (Tauhid), dan membimbing manusia untuk melaksanakan ajaran-Nya.

Selain itu, Nabi dan Rasul diutus untuk menjadi panutan dan suri tauladan bagi umatnya. Dan kita sebagi umatnya wajib mencontoh setiap perilaku Nabi dan Rasul setiap aktivitasnya, baik cara beribadah maupun bermuamalah atau cara berinteraksi dengan manusia dan lingkungan sekitarnya.

Pengertian Nabi dan Rasul

Secara etimologi, kata ‘Naba’ merupakan bahasa Arab yang diambil dari kata ‘Naba’ yang artinya tempat yang tinggi. Sedangkan definisi Nabi secara umum adalah seorang hamba Allah yang mendapatkan amanah berupa wahyu dari Allah untuk dirinya sendiri.

Jadi wahyu yang diberikan Allah kepada dirinya tersebut diamalkan oleh dirinya sendiri dan tidak berkewajiban menyampaikan kepada kaum atau umatnya.

Adapun kata ‘Rasul’ berasal dari kata ‘risala’ yang artinya ‘penyampaian’. Berbeda dengan Nabi, wahyu yang dia dapatkan dari Allah itu diamalkan oleh dirinya sendiri dan disampaikan kepada umatnya.

Jadi perbedaan Nabi dan Rasul adalah kewajiban menyampaikan wahyunya saja. Dimana, Nabi tidak berkewajiban menyampaikan wahyu tapi hanya untuk dirinya sendiri, sedangkan Rasul selain untuk dirinya juga harus disampaikan kepada umatnya.

Perbedaan Nabi dan Rasul juga bisa dilihat dari keteguhan hati yang sangat menakjubkan. Nah, dari 25 Nabi dan Rasul, terdapat lima Nabi yang mempunyai sifat Ulul ‘Azmi. Dimana, para Nabi ulul ‘azmi ini memiliki keteguhan dan ketabahan hati yang sangat luar biasa, meskipun mereka mendapatkan berbagai macam cobaan yang berat dari Allah subhana wa ta’ala.

Adapun yang termasuk Nabi ulul ‘azmi adalah Nuh AS, Ibrahim AS, Musa AS, Isa AS, dan Muhammad SAW.

Persamaan Nabi dan Rasul

Ada beberapa persamaan Nabi dan Rasul sebagai berikut :

  1. Yang pertama, baik Nabi dan Rasul merupakan utusan Allah yang diberi wahyu oleh Allah. Hal ini didasarkan pada firman Allah subhana wa ta’ala di Al Quran Surat Al Hajj : 52).
  2. Nabi dan Rasul yang diutus Allah semuanya adalah berjenis kelamin laki-laki. Tidak ada dalil baik di Al Quran maupun hadits yang menerangkan bahwa ada Nabi dan Rasul dari kaum wanita.
  3. Semua Nabi dan Rasul dima’sum (dijaga dari perbuatan dosa) sehingga semua perbuatan baik tidak ada yang tercela. Karena semua perbuatan Nabi dan Rasul akan menjadi contoh bagi umatnya.

25 Nabi dan Rasul Yang Wajib Diimani

Beriman kepada Nabi dan Rasul Allah merupakan rukun iman yang keempat di dalam Islam. Beriman kepada Nabi dan Rasul Allah artinya percaya bahwa Allah Subhana wa Ta’ala telah mengutus para Nabi dan Rasul ke tengah-tengah umat manusia dengan membawa wahyu sebagai petunjuk agar manusia menyembah kepada Allah Subhana wa Ta’ala, berjalan di atas jalan yang lurus yang tidak menyekutukan Allah dengan apapun.

1.       Nabi Adam 14. Nabi Syuaib
2.       Nabi Idris 15. Nabi Musa
3.       Nabi Nuh 16. Nabi Harun
4.       Nabi Hud 17. Nabi Daud
5.       Nabi Shaleh 18. Nabi Sulaiman
6.       Nabi Ibrahim 19. Nabi Ilyass
7.       Nabi Luth 20. Nabi Ilyasa
8.       Nabi Ismail 21. Nabi Yunus
9.       Nabi Ishaq 22. Nabi Zakaria
10.   Nabi Ishak 23. Nabi Yahya
11.   Nabi Ya’qub 24. Nabi Isa
12.   Nabi Ayyub 25. Nabi Muhammad Shollallahu alaihi wasallam
13.   Nabi Dzulkifli